
Melepas anak untuk belajar sendiri di luar negeri pastinya membuat orang tua manapun memiliki kecemasan. Jangankan belajar di luar negeri, menempuh pendidikan tinggi di kota lain yang jauh dari rumah pun pasti Anda akan ada rasa was-was apalagi dengan kehidupan mahasiswa yang umumnya lekat dengan makan tidak teratur, lembur tugas sampai malam, dan sebagainya. Berikut di bawah ini adalah hal-hal yang biasanya terjadi ketika anak kuliah di luar negeri, dengan mengetahuinya Anda bisa menyiapkan anak dan memberinya bekal sesuai dengan kebutuhannya nanti. 2U Experience juga memiliki program liburan kenaikan kelas untuk mengajak calon pelajar berkunjung ke negara yang ingin jadi tempat belajar. Dengan demikian beberapa masalah tinggal di luar negeri pun bisa diidentifikasikan sejak awal.
Kangen rumah
Kebanyakan orang yang tinggal di luar negeri akan merasakan rindu rumah dan baru sadar bahwa yang dimilikinya di rumah adalah sesuatu yang berharga. Hal ini adalah sesuatu yang sangat wajar dan yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua adalah memastikan bahwa rasa kangen anak dengan rumah tidak membuatnya terlalu down hingga berakibat pada penurunan semangat belajarnya. Untungnya saat ini teknologi memungkinkan orang untuk bisa saling berkomunikasi dengan banyak cara. Aplikasi chat memudahkan orang untuk berkomunikasi langsung tanpa batas waktu dan ruang, Anda pun juga bisa saling telepon atau video call baik secara spontan atau membuat jadwal sendiri.
Bingung menuju ke tempat tujuan
Inilah pentingnya ikut program study tour ke Australia, Singapura, Inggris maupun negara lain bersama dengan 2U Experience. Anak bisa memfamiliarkan diri dengan kompleks kampus, rute untuk menuju kampus dari akomodasi yang akan ia pilih, caranya menggunakan transportasi umum di negara tersebut, dan sebagainya. Dengan demikian ketika tiba waktunya untuk menjalani pendidikan di luar negeri tidak terlalu bingung dengan mau ke sini atau ke situ karena setidaknya sudah pernah dikenalkan dengan rute-rute yang umum digunakan pelajar.
Kehabisan uang saku
Masalah uang saku yang menipis juga umum terjadi pada pelajar di luar negeri. Oleh karena itu anak harus diajarkan bagaimana caranya mengelola keuangannya sendiri dengan bijak. Misalnya dengan menekankan pentingnya menggunakan uang hanya untuk kebutuhan yang utama terlebih dahulu, ajari anak untuk berhemat misalnya dalam penggunaan listrik, air, dan masak makanan sendiri agar tidak banyak jajan di luar. Anda juga bisa menyarankan anak untuk ikut homestay programagar biaya sewa tempat tinggal bisa jauh lebih hemat dibandingkan dengan sewa rumah atau apartemen sendiri. Memilih tinggal di homestay juga biasanya lebih banyak dipilih karena pelajar bisa membaur langsung dengan kehidupan masyarakat lokal di sana.
Melakukan tindakan yang kurang tepat di lingkungan lokal
Beda negara tentunya beda juga budaya yang berlaku di masyarakat, tidak jarang pelajar di luar negeri yang secara tidak sengaja berlaku sesuatu yang ternyata dianggap kurang pas atau kurang sopan bagi masyarakat lokal. Besarkan hati anak jika ia melakukan kesalahan tersebut karena tentunya pengalaman adalah guru yang paling efektif sehingga di masa yang akan datang ia tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Homestay program dari 2U Experience juga akan memberikan anak kedekatan yang lebih baik kepada kehidupan masyarakat lokal di negara tempat ia belajar sehingga ia bisa belajar secara langsung bagaimana berperilaku yang baik ketika berada di negara orang.
